Thursday, August 8, 2019

A Miracle in Love

I’m feeling lonely in a room full of people. Staring at my computer screen with an empty gaze.
I don’t really know what should be written, but I try. So I began touching my keyboard and type a word.

For many days my heart is empty and my mind is messed. My hope has gone away from me without any notice, and I didn’t know when or where.

Last night, in my bed, I realized about something. Some thought that for a long time was away, or in fact, I tried to get it away.
I became surprised and wonder how the movies can touch and change me in the way that I couldn’t believe it.

After a long time, I got relieved. I wake up! I wasn’t somebody like that. When I looked at you, I dreamed someday you’ll be mine.

I walked along the way to find you, but I didn’t reach you.
Knocked every door I found, but with no reply.
I shouted at everybody passed me, but they just saw me sadly and said “Lady, just wake up!”

No, I don’t want to!

So, I turned around and ran again to any place I found. Shouted your name, hoping you’ll hear from the place you’re hiding.
But again, I couldn’t reach you.
I ran and ran again…Till I have no power anymore.

I got tired. Of everything. My tears began to run across my cheek. My sweat ran all over my body. I was too tired to move my leg anymore, but I couldn’t stop asking my self these questions…

Where could I find you?
When could I touch your beautiful face? For how long I have to wait?
I cried and cried again…
And suddenly I realized… And down…
Will you talk to me if I have time to see you? Will you hold my hand and looking at me tenderly? Will you miss me if I wasn’t at your side?

I sighed deeply…
I don’t even know you. And so do you.

You’re someone from the other world I couldn’t be with. But unfortunately, someone who could be seen clearly.
It’s almost an impossible hope.
You’re Sunshine, whom everyone likes to see, and me—I’m just someone who is down to the earth. There’s no chance for us to be one. There’s no reason for me to keep hoping.

But, maybe there is…
If only a miracle could be happened. For me. For both of us…
Someday. Somewhere. Somehow…
Would it be?
(tulisan ini bukan tulisanku, entah punya siapa, aku lupa, tapi aku suka...Thanks yah)

Tuesday, August 2, 2011

Turi - nice adrenalin go there

Blep blep blep, omo, almost a year! saya benar-benar unproductive?! tidak produktif dalam menulis di blog ini. Pasti blog ini sudah masuk daftar angker karena penghuninya jarang ngasi sajen, hahaha. Bisa dipastikan juga Mbah Google sudah menendang dengan telak blog ini masuk ke wilayah rawa-rawa ga jelas alias sandbox:( huuh. Sehingga sudah ga layak tampil dengan mudah di search engine. Its ok. No problemo:D

My dear Secang , Sebenarnya banyak banget cerita seru hasil dari petualangan saya. Tapi sedikit meminta maaf, bahwa saya lebih memilih bercerita dengan pasangan hidup saya, daripada kamu Secang. Lah apa gunanya klo pasangan hidup saya ga mau denger cerita2 saya yang berbunga-bunga khas anak ABG, jiaaaah.

Okelah Secang, aku punya cerita sebelum Ramadhan 1432 yang jatuh 1 agustus kemarin. Sebenarnya aku ga mau cerita denganmu ttg perjuanganku di bidang perekonomian, halah, tapi mau gimana lagi yawh, lingkungan hidupku ya begitu. Ketemu teman, baru kenal juga begitu, pasti ujung2nya bicara bisnis, seolah peluang bisnis terhampar luas, kenapa yah, aku tau jawabnya! hehe, nanya sendiri jawab sendiri. Pastilah yang sejenis akan bertemu dengan jenisnya. Is'nt it? :p Yang senang politik akan bertemu dengan politik dan media, yang berjuang di sosial dan ekonomi pasti akan besinergi, hehe.

No problemo, jadi begini Secang, kamu tau kalo saya akan senang hati bercerita tentang petualangan seru saya yang melibatkan fisik. Bayangkan Secang, aku ke Turi yang menanjak dan sepi. Aku takuuut sekaliiii, like in the nightmare (ah lebay), hehe nggak kok, aku enjoy banget so pleasure. Nah sebelum Ramadahan tiba, sore harinya aku memutuskan untuk ke Turi, Sleman. Dengan mengumpulkan niat tulus ikhlas dan tenaga, aku bawa juga bersama dalam perjalanan seorang anak kecil, siapakah dia?! hihi dan juga seorang wanita tua, siapakah gerangan? hehehe.

Dari Jogja ke Turi, jaraknya lumayan jauuuh. sekitar 50 km ada deh;)) (nah, bagi anda yang berstatus Ibu Rumah Tangga ada dispensasi khusus, bahwasanya anda boleh banget mengeluh, karena namanya Ibu RT itu selalu minta pemakluman, 'arab maklum) hehehe. Awalnya semangat, namun ditengah perjalanan, hati kecilku bertanya-tanya, "kok ga nyampe-nyampe ya bu..." yang aku tanya adalah ibu mertuaku, yang setia menemani menantunya dg ide gilanya. Bayangkan sore hari mendadak aku ajak mertuaku ke Turi, jam 15.30, ayo kita ke Turi Bu, yang diajak tak kalah gesit, okey! Baiklah siapkan pasukan, jawabku (bagian ini sedikit berbunga-bunga, Secang, xixixi)

Oiya Secang, Turi itu bagian paling utara Kabupaten Sleman, DIY. Nah, yang aku kunjungi ini tempat yang paliiing ujuuung, girikerto, kemirikebo. Jalanan yang beraspal, kiri kanan yang masih banyak pepohonan, sangat asri, kamu pasti senang Secang. Namun, sedikit mengkhawatirkan ketika sudah memasuki daerah wisata Turi yang saat Gunung Merapi meletus kena muntahannya juga. Jalanan sudah menanjak, rumah penduduk sudah mulai jarang, dan pepohonan semakin tampak bersesakan untuk menampilkan dirinya di hadapanku. Semakin ujung aku semakin menikmati udaranya yang dingin, yang membasahi jiwaku dengan syukur yang tiada tara. Bersama si Coche, aku memasuki daerah terlarang, mencekam dan menakutkan. Dengan tanjakan yang seolah menantang keahlian menyetir sang pengguna jalan.

Kau tau Secang, so strange, tapi aku berpikir suatu hari nanti akan kesana lagi. Ngapain aja siy kesana?! selain udaranya dingin yang aku suka karena meningkatkan adrenalin bak ksatria di medan perang, ternyata Turi adalah tempat yang nyaman untuk bereproduksi:D whats! tentu saja yg dimaksud reproduksi disini adalah kambing-kambing etawa yang dengan gembira menghasilkan susu yang sehat dan aman. Jd intinya Secang, aku ke Turi mau beli susu kambing, hehe, mau tau yg aku beli brapa? sangat banyak:p (lol) ternyata sangat parah tak sebanding dg perjuangan kesana. Sy hanya membeli 20 susu kambing bubuk, heheh. It's oke Secang because saya sangat beruntung karena bisa kesana. Itu merupakan great adventure.......

Sunday, January 2, 2011

Cerita Khadimat yang Tak Henti-hentinya

Bu Ranti uring-uringan pagi ini, perkara salah satu khadimatnya (PRT) yang pendiam dan agak lemah pemahamannya mau berhenti kerja. Sebab kenapa, ya bu Ranti juga bisa menebak dan memperkirakan suatu hari si khadimat ini akan berhenti, yang pasti ketidakenakan khadimatnya bekerja dirumah bu ranti. Karena pernah masuknya jarang minta gaji lebih. Naik pitam deh bu ranti. Akhirnya ngobrol penyelesaian panjang lebar, ternyata hanya salah paham, maklum si khadimat ini aga sulit memahami. Jadi jika di suruh mengerjakan sesuatu harus detail dan berulang. Pernah juga, pemberian makanan untuk tetangga sampai kurang 1 tetangganya yang ga dikasi padahal hitungannya sudah benar.

Sebenarnya Bu ranti bukan orang yang judes bin kejam, tidak banyak perintah, terkadang malah tidak enak menyuruh-nyuruh khadimatnya. Rumahnya juga tidak besar, 2 tingkat namun masih bisa ditangani 1 khadimat. Tapi bu ranti mempekerjakan 2 khadimat, maksudnya agar khadimatnya tidak terlalu capek. Cukup enak bukan? masuk cuma 3 kali seminggu dan di gaji 300 ribu. Dan sekarang lebih baik mempekerjakan 1 orang khadimat yang terbuka dan cepat paham.

Khadimat-khadimat nya memang aneh-aneh, yang satu super lambat, yang satu kelewat cepat dalam membersihkan rumah. Tapi, ternyata yang dibutuhkan bu Ranti adalah yang cepat tanggap. Sebenarnya untuk rumah yang dihuni 3 orang, ga perlu khadimat juga tidak mengapa. Tapi pernah ia mencoba ternyata dia harus memulai berbenah sejak pukul 3. Rumah dengan anak kecil pasti sering mengalami istilah "kapal pecah". Belum lagi, prinsipnya memasak sendiri lebih sehat, cukup membebaninya sehingga konsentrasi mengajarkan anaknya yang usaia 2 tahun belajar, bermain dan berkreatifitas sedikit terganggu dengan faktor kecapekan.

Ternyata khadimat sangat berperan dalam mensukseskan anaknya, suami dan dirinya belajar.
Bagi Bu ranti, kesejahteraan pembantu rumah tangga harus di perhatikan. Walau belum bisa UMR (upah minimun regional) tetep bonus2 lebih pasti dikasi, baik itu berupa uang, beras, telur, dll.

Pagi ini yang ditunggu-tunggu, sang khadimat datang pamit mengundurkan diri. Jadi cum 1 yang akan membantu dirumah. Ya, meskipun Bu ranti sudah tau, tapi entah kenapa hatinya bagai tergores sembilu, sedikit nyeri. Selama ini dia berupaya menjadi orang yang baik, namun ternyata, upayanya harus lebih di tingkatkan. Meskipun tidak semua orang bisa diperlakukan baik olehnya, minimal dia terus berusaha agar orang yang kenal dengannya tidak merugi.

I arise in the morning torn between a desire to improve the world and a desire to enjoy the world. This makes it hard to plan the day. E.B. White

Sunday, October 10, 2010

Till the end

photo by: Cuba

Inspiring Song from: Bryan Admas "i'll always be right there"

I swear to you - I will always be there for you - there's nothin' I won't do
I promise you - all my life I will live for you - we will make it through
Forever - we will be
Together - you and me
Oh n' when I hold ya - nothin' can compare
With all of my heart - ya know I'll always be right there

I believe in us - nothin' else could ever mean so much
You're the one I trust our time has come - we're not two people
Now we are one - ya you're second to none
Forever - we will be
Together - a family
The more I get to know ya - nothin' can compare
With all of my heart - ya know I'll always be right there

Forever - we will be
Together - just you and me
The more I get to know ya - the more I really care
With all of my heart - ya know I'll always be...
Ya know I really love ya - ya nothin' can compare
For all of my life - ya know I'll always be...right there

I love this song to capture my heart
To the most loved man on earth

Tuesday, September 7, 2010

Sebelum Mudik... ternyata.....

Untuk lebaran kali ini baru bisa mudik pada hari ke empat. Hmmm, so sweet, hegheg. Ga seru juga ternyata kalo tidak bersama orangtua di hari pertama idul fitri. Apalagi, di kampung halamanku lebaran begitu ramai... Dan...

Sebelum idul fitri tiba ( 2 - H) ternyata.....

  • Masih banyak kerjaan yang menumpuk:(( (masih ngurus web2 baru) untuk pemesanan web, habis lebaran, ga terima order:p
  • Masih kedatangan pembeli dirumah (karena pelanggan biasanya beli ke rumah)
  • Masih me-reparasi jam (karena ada yang beli jam, jadinya harus ngecilin dulu tu jam) mana yang beli terburu-buru lagi.
  • Masih ngomongin bisnis dengan relasi di arab, chating ngalur ngidul intinya kayaknya tu bisnis prospek;)
  • Belum nyiapin koper mudik ( baju anak, baju suami, masih di lemari belum pindah ke koper)
  • Belum nyiapin "kurikulum" anak, mudik tetep harus "bermain yang terkonsep dan belajar yang menyenangkan
  • Ditambah belum blanja blinji buat masak besar idul fitri. Biarpun dirumah cuma bertiga dg suami dan anak, tetep rumah selalu kedatangan tamu, ga papa lah.
  • Belum siapin kue, ga perfect banget deh lebaran tanpa kue kering. Ditambah lagi parcel kue kering pemberian sebuah bank, hampir semuanya luluh lantak, dimakan suami dan anak. jadilah berlebaran bersama kue kaleng:))
  • Wayang Galeri and Art shop yang baru mau dibuka, masih belum beroperasi, karena masih betulin deg atapnya, biar tidak kemasukan tikus;)) dan masih sibuk dengan wayang-wayang.
  • Perpustakaanku akhirnya pindah lagi ke rumah. Tergeser oleh wayang galeri. kasimaan deh lu.
  • PAUDku masih kebocoran. Capeek deeh, ayam2 sementara pindah kandang di tempat ustadzah luthfi, hehe. Kura2 mudah2an ditinggal mudik tetep hidup.
  • Pertukangan belum kelar. Awas kalo mudik tiba tukang2 masih bertengger di atap. ;p
Selamat merayakan hari yang suci dengan hati yang bersih, semoga liburnya menyenangkan. Dan selalu penuh dengan ide-ide segar. Pasrahkan semua kepada Alloh...

Friday, June 11, 2010

Anugrah dan Kebahagiaan yang Mengalir



Dulu, sewaktu awal punya anak, saya sempat terpikir keinginan, targetan-targetan hidup, pengembangan diri, dan kesenangan saya, akan sedikit demi sedikit terkikis. Sempat sedih dan tertekan karena kehausan akan intelektual saya benar-benar tak terpenuhi. Betul, kenyataannya waktu membaca, menulis, serta berkreativitas sangat berkurang, bahkan hampir colaps karena saya harus konsentrasi kepada anak saya. Bahkan, ingin rasanya ada pengasuh anak yang pintar dan terprogram menstimulasi bayi saya dengan banyak hal, sedang saya bisa tenang menulis, ngenet, membaca, studi banding kemana-mana, kuliah lagi, dan banyak hal. (ck ck ck egois sekali ya). Saya bersyukur tidak punya baby sister.

Namun, setelah berjalan waktu, ketika anak saya siap untuk ikut sekolah bayi, saya seperti tidak siap. Ketika saya akhirnya dengan sadar bahwa kebahagiaan saya adalah mendidik anak saya dengan tangan saya sendiri. Meski, harus belajar banyak, membaca tentang mendidik anak, mengajak anak jalan-jalan, sosialisasi, buat kreatifitas, kerajinan tangan, dan ternyata kalau dibuat banyak banget ya kurikulum untuk anak. Meski pusing, berkeringat, bahkan tertidur ketika membaca, ternyata intinya pendidikan anak usia dini tetap berada ditangan ibu. Harus tekun dan semangat. Saya teringat teman saya yang mempunyai bayi yang tunanetra, saya membayangkan bagaimana extranya dia belajar. Subhanallah.

Dan ketika saya dihadapkan bahwa taqdir yang saya pilih adalah maksimal mendidik anak maka pengembangan diri saya juga ikut terprogram, keinginan saya juga terpenuhi. Karena ibu pintar anak pintar, ibu sehat keluarga sejahtera. Akhirnya saya dengan bahagia, mengorbankan banyak hal yang saya senangi untuk sekedar memikirkan evaluasi pengembangan anak.

Saya hanya ikhtiar, membahagiakan anak saya sejak usia dini, karena waktu begitu cepat memangkas kebersamaan saya dengan anak saya. Dan keangkuhan saya runtuh, ketika anak saya memanggil Mama... Ayaah.... Saya sadar anaklah kebahagian saya dan suami. Anugrah yang mengalir.

Thursday, May 27, 2010

Sambal Tempe Bawang Kencur (saatnya tempe tampil beda)

Pusing mikirin masakan apa yang akan dibuat tiap pagi? So do I,weeeh tiap pagi yang berputar didalam kepala adalah masakan apa buat suami dan anak. Sebenarnya ada resep jitu agar memasak jadi hal yang gampang yaitu mengatur menu SEBULAN, belanja per tiga hari atau mingguan. Asli loh bu, bikin hidup lebih hidup. kapan kapan saya posting tips dan trik mengorganisir dapur kita ;;) Saya pribadi ribet banget kalo mikirin tiap hari masak buat 2 jenis laki-laki. Anak laki-laki dan Lelaki dewasa. hehe. Karena anak masih 18 bulan jadi masakannya berbeda. Sebenarnya tidak apa-apa makan sama dengan ayah dan ibunya. Karena tidak menggunakan zat zat berbahaya, semacam mercuri, atawa adiktif, :p (red: vetsin, pewarna buatan, pengawet, dll)

Ini resep maknyus banget ni, masakan yang biasa sih. Sehari hari dikenal Sambal bawang tempe yaitu tempe goreng, bawang putih. dan garam. Kalo mau pedas ditambah lombok.

Bah, ternyata ada resep sambal tempe yang nikmat. Saya suka yang beda beda, biar tidak bosan gitu bu. ;)

Coba deh resep ini yang saya pinjam dari sini :D semoga berpahala ya, karena resepnya sangat bermanfaat buat ibu-ibu kaya saya, yang sudah putus asa mencari resep resep di majalah usang;))

Bahan yang diperlukan:

* 150 gram tempe
* minyak goreng secukupnya, untuk menggoreng
* 7 buah cabai rawit merah
* 1 buah cabai merah besar
* 3 siung bawang putih
* 3 cm kencur
* garam secukupnya
* daun kemangi secukupnya

Cara Membuat :

1. Goreng tempe hingga matang
2. Dengan menggunakan cobek: haluskan cabai rawit bersama cabai merah besar, bawang putih, kencur, dan garam. Masukkan tempe, uleg kasar, tambahkan daun kemangi, aduk rata.
3. Sajikan panas.

Untuk gambar ntar saya foto kalo sudah nyobanya, huehehe, ga enak sama tetangga masa image credit terus, hihihi.

Tumis Kangkung Kemiri Pedasss (pelipur lara bagi perut yang lapar)


Waah, lama sudah tidak di update ni blog... :((
Baiklah, untuk menghibur hati, saya ingin posting resep masakan aneh;)) (dan tentunya postingan yang banyak digemari ibu-ibu, hoho) rasanya kelihatan nikmat, apalagi perut saya yang sedang lapar. Maklum pagi-pagi suasana rumah masih sepi, anak masih tidur suami lagi ngorok. wekekek. Kan lebih baik update blog, sekalian koleksi resep masakan, soale kalo dibuku, bisa kena sasaran coret-coretan si kecil. Lalulah dibuat garis-garis yang hanya di mengerti oleh dia dia dan dia, hehe. Yah, kangkung lagi, kenapa kangkung bunda? karena kangkung sangat nikmat (murah dan ringan masaknya;p) dan ini ada resep berbeza pake kemiri.

Iseng iseng nih ku copy dari sini ni buu...

Bahan yg disiapin:

* 3 sdm minyak goreng, untuk menumis
* 200 gram kangkung, siangi
* 3 lembar daun jeruk
* garam secukupnya
* merica bubuk secukupnya
* gula pasir secukupnya

Olahan Bumbu:

* 5 butir kemiri, goreng atau sangrai
* 2 buah cabai merah besar
* 7 buah cabai rawit merah
* 5 butir bawang merah
* 3 siung bawang putih

Cara Membuatnya :

1. Panaskan minyak goreng, tumis bumbu halus dan daun jeruk hingga harum, aduk rata.

2. Masukkan kangkung, aduk-aduk, masukkan garam, merica, dan gula pasir, masak hingga kangkung layu, angkat.

3. Sajikan buat anak dan suami terrrrcinta.

Image Credit

Saturday, March 20, 2010

Bermain Kreatif dengan Alat Rumah Tangga


The mother's heart is the child's schoolroom.
- Henry Ward Beecher
Wah, senangnya kalo sebagai ibu kita bisa memotivasi diri membuat hal yang aneh dan kreatif. Membuat alat musik seperti yang dicontohkan Soulemama, great idea! so inspiring me. Saya bertekad membuatkannya buat anak saya. Deuh manisnya :p

Nah, Bunda punya banyak kaleng, panci, botol, semua bisa diambil yang bekas-bekas saja. Selain ramah lingkungan, kan tidak membuat rumah semak. hehe. Gampang banget ya, dan tidak mengeluarkan uang, kita masih bisa berhemat sesuai komitmen bahwa rumah tangga mesti sehat, kreatif, dan hemat.


photo credit

Tuesday, March 9, 2010

Jangan Khawatir Ketika Mati Listrik





Bosan dengan mati lampu yang mendadak? Di negeri ini sudah tidak heran "byar pet" listrik mati. Apalagi kalau siang, begh, bisa berantakan pekerjaan, tapi tidak ditujukan untuk kantor yang bergenset. Namun kalau malam, banyak hal yang bisa dilakukan selain istirahat, bisa juga bermain bersama anak tercinta dalam bentuk tangan yang bisa berganti-ganti membentuk gambar hewan.

Mendongenglah dengan bantuan cahaya senter. Anak-anak pasti akan suka, betapa hebatnya ayah dan ibu mereka berimajinasi. Efek psikologi terhadap anak juga akan baik, jangan ragu mencoba, dengan bantuan petunjuk gambar diatas. Sebuah ide Senang di Rumah bersama anak:)

Semarakkan Taman dengan Pot Daur Ulang

In my garden there is a large place for sentiment. My garden of flowers is also my garden of thoughts and dreams. The thoughts grow as freely as the flowers, and the dreams are as beautiful. ~Abram L. Urban
Sudah lama rasanya ya beberapa dari kita tidak menjadikan berkebun sebagai hobi. Padahal salah satu istirahat jiwa adalah dikebun. Menyiram tanaman, melihatnya tumbuh, kering, dan hidup. Bahkan sebenarnya pepohonan bisa mendoakan kita. Refleksi kehiduapan ini bisa kita lihat pada tanaman. Hingga mata sakit bisa di terapi dengan melihat tanaman hijau. Dan alam pun akan menjadi riang dengan banyaknya tanaman.

Dan...sebuah ide ramah lingkungan bagi kita yang senang berkebun. Pot daur ulang ternyata bisa tampil manis di pekarangan rumah. Kita bisa meminimalisir penggunaan polibag dari plastik dan menggantinya dengan plastik bekas -misal- minyak makan, pewangi pakaian, pencuci piring, kecap, sabun cair mandi dan model plastik lainnya. Atau juga bisa gunakan kaleng bekas sebagai wujud kecintaan kita pada alam.

Jadi ga usah susah-susah ngeluarkan uang untuk berkebun, cukup dengan mencurahkan sedikit perhatian pada memisahkan sampah-sampah plastik atau mengumpulkannya, dan bersihkanlah sehingga taman kita akan semarak dengan warna warni pot! Yuk berkebun!



Tuesday, January 12, 2010

Restart - Purchasing Perfection

11 Januari 2010


Apa sih yang harus dilakukan saat harus menyusun bangunan yang semula utuh kemudian runtuh lalu disusun ulang. Sama persis mainan puzzle yang disusun kemudian disusun lagi. Sama juga seperti peristiwa besar Tsunami, Gempa jogja, ataupun Gempa jawa dan sumatra. Tata kota harus disusun lagi, bangunan ditegakkan, semua dirapihkan. Peristiwa tersebut memerlukan penyusunan ulang segala bidang yang diakibat alam. Menyusun ulang sesuatu yang sudah dibangun sekian lama tentu membutuhkan nyali. Nyali untuk berdiri lagi. Menatap jauh kedepan. Serta mengumpulkan kekuatan untuk berlari. Kalau tagline di Televisi saat tsunami seperti "Badai pasti berlalu", ataupun tagline saat gempa jogja yaitu "Jogja Bangkit".

Dan "menyusun ulang/memulai lagi" saat ini terjadi padaku. Terjadi pada salah satu situs bisnis yang aku dan suami kelola selama ini. Pada Januari tahun 2009 pengunjung situsnya berjumlah 4000 an, kemudian seiring waktu meningkat hingga 13 ribuan. Dan Januari 2010 tiba, pengunjungnya anjlok...ambyar..luluh lantah menjadi 4000 lagi. Yang paling disyukuri adalah "syukur cuman satu situs". Pepatah melayu bilang, pantang kalau orang melayu tak punya syukur.

Lalu gimana perasaannya?...Serasa mau kiamat deh!! (ah, lebay laah:p) ..... Lalu apa yang harus dilakukan? yang pasti jawaban yang manis adalah "bersabar" selanjutnya "bersabar" lalu (sambil mengelus dada, "bersabar" lagi) kemudian baru tersadar harus ada ikhtiar dan do'a.

Dalam bisnis berada di awan atau jejak dibumi sama saja, yang berbeda adalah rasa. Rasa senang, sedih, bahagia, bangga, semangat, lemah, dst. Karena rasa punya selera. Yang tetap dijalani adalah ketika sedang terombang ambing dalam dunia perbisnisan adalah strategi. Susun ulang strategi sebanyak-banyaknya.

Januari...Januari... memang bulan ini ibarat waktu menabuh gendang. Menabuh semangat. Menabuh mimpi. Agar tak terlena. Karena hidup ini memerlukan konflik. Karena serunya hidup ada di kesabaran dan konsisten menjalaninya. Maka lebih baik RESTART daripada STOP. Restart adalah harga "kesempurnaan".

Semoga tahun 2010 adalah tahun produktifitas. S E M O G A.

Photo


Monday, January 4, 2010

Exciting! Soul Sensation with New Store


"When one door closes, another opens; but we often look so long and so regretfully upon the closed door that we do not see the one that has opened for us." - Alexander Graham Bell

Bagaimana rasanya memiliki toko? Mungkin aku adalah yang paling norak ketika mengangkat tema ini. But, sure, memiliki toko membuat aku senantiasa bersemangat. Saat aku bete, ketika mengingat toko maka adrenalinku meningkat. Aku bisa merasakan suatu sensasi jiwa, intelektual, dan spritual. Intelektual karena proses kreatif dalam membidani sebuah toko, mendatangkan visitor, marketing, dan sensasi yang lainnya. Spiritual, karena selalu komunikasi bathin dengan jiwa dan pemilik Jiwa.

Dan saat ini, toko kami sudah berjalan dan memberikan kepuasan karena menghasilkan. Karena
sejak tanggal 3 Januari sampai 10 januari Grand Opening ditoko kami dengan diskon 20%. Kami sangat sibuk dengan marketing, memasang iklan di koran dan radio. Dan meyakini bahwa iklan luar biasa efeknya. Omset penjualan meningkat dan senyum hadir diwajah Mama dan Bapak ku yang begitu khawatir kalau buka toko, terus ga laku. Namun kini sedang bersemangat, yakin bahwa toko kami prospek.

Memiliki toko adalah perjuangan panjang dari mimpi kemudian menjadi kenyataan. Mimpi yang di rajut sepanjang jalan dari rumah ku menuju sekolahku dulu. Ya, mimpi sejak SMP. Selama perjalanan aku sering mengkhayal (mungkin tepatnya melamun) dan yang paling parah mataku selalu dihadirkan jejeran toko-toko sepanjang jalan. Dan, aku mengkhayal suatu hari aku punya toko seperti orang-orang Tionghoa. Saat itu aku berpikir, mereka bisa kaya, menyekolahkan anaknya keluar negeri, bisa pandai menghitung (karena memang nilai matematikaku tak layak dipigura), dan punya toko itu bisa menerima uang setiap saat. Sepanjang jalan, seiring waktu, mimpi-mimpiku yang berirama do'a akhirnya terkabul. Senang? jangan ditanya? Exciting!.

Untuk tahun 2009 aku memberikan applaus buat diriku sendiri, dan orang-orang terdekatku yang sangat membantu berdirinya toko pertamakui. Tapi, toko ini bukan punyaku saja. Aku hanya "seorang bidan". Ini aku persembahkan buat mereka yang sepanjang hidup memberi cinta padaku. Dan aku yakin, mereka juga mengalami hal yang sama. Sensasi jiwa. Dinamika jiwa.

Dan, untuk tahun 2010, aku ingin membidani taman bacaan anak, sehingga aku bisa mendongeng buat anak-anak, sebatas hobi bukan profesi. Sedang mengumpulkan buku anak, itulah kerjaanku sekarang. Berburu dengan waktu, mempercepat karya-karya lahir dari rahim mimpi. Terima kasih duhai Alloh Subhanallahu Wa Ta'ala.

Photo

Thursday, December 3, 2009

Targeted Budget for Books




Kenapa membeli buku harus dibudgetkan? Because I think that there was no targets then there is no result. I'm trying to collect the books and then make a small library for my children.

Since settle down and move from my parents's house it was hard to carry my books all of which almost amounted to 400's. Also because I have a sister who was in my parents' house then I presented the book for my sister and parents. So I determined to collect the books I need for my child's investment.

Pulled back the budget for the same title I ever had and a different title. I'm targeting at least 500 thousand per month I bought the book, usually exceeding the target. Sometimes I buy books that have been on sale so cheaply. But it was still quality.

Of all the books I bought was not all I read. But when I need the books that I have not read the very useful. For the year 2010 I hope to Alloh Almighty that I'll be given flexibility to achieve the target has a 1000 book. My husband and I liked the book so this is not a dispute between us.

"Read your books and holding it with commit to writing"


Friday, November 20, 2009

House of Shasmira - Pontianak Branch



Almost a month I was preparing the establishment of the House of Shasmira (HOS) Pontianak Branch. House of Shasmira based in Bandung. HOS is a showroom like a boutique but one brand. Within seconds I was rolling a remote prepare (because I was in jogja) with a team that helps. Among my sister. Actually when Eid came home yesterday I had intended to open the store. As my business development begins at home. We are preparing a shop when it was almost 7 months of my fashion muslimah business field.

This is a shocking thing for my personal development. Although as a housewife, i can finally realize my dream one. It's amazing. Like a dream. I had to learn about life that makes me independent. Independent in terms of arranging, managing, organizing although I am not listed in any of the well-known organizations such as my college days. I am grateful. Because I can be more focused on my big dream is to walk even slower. Although not much know what I do. trying Lillahita'ala Ikhlas. Test of faith, dig the guts to stay could mean (only Alloh, Rosul and believers who know.

Finally my friends, I wait for you arrival at my new store. Hopefully barokah be useful for the indigent. Please come in Jl. Putri Candramidi No.5 (front of Klinik Anggrek). I would be happy if you interest in GRAND OPENING Desember early.

Thursday, October 8, 2009

A Describe for Reflection


It was the result of follow a quiz from fb. And i get blue. It's enough describes me. Even it was not complete. I like the character quiz to make me better and help reflection myself.

Values: Sensitivity, harmony, compassion

Joys: Romance-Friendships Affection

Strengths: Nurturer-Sincere-Creativity

Needs: Understanding-Love Affection


Frustrations: Lack of Romance-Disharmony-Time Limits

At work you have a strong desire to influence others so they may lead more significant lives. You often work in the arts, communication, education, and helping professions. You are adept at motivating and interacting with others

In love you seek harmonious relationships. You are a true romantic and believe in perfect love that lasts forever. You bring drama, warmth, and empathy to relationships. You enjoy sysmbols of romance such as flowers, candlelight, and musci an cherish the small gestures of love.

In childhood you were extremely imaginative and found it difficult to fit into the structure of school life. You reacted with great sensitivity to discordance or rejection and sought recognition. You responded to encouragement. And what are you?

A Solution for Breastfeeding



When the month of Ramadhan, the month in Islam, where I also fasted for this month. I hesitated whether fasting or not because I thought my son was 10 months old. I'm afraid I can not breastfeed well. But I was wrong, I was still able to breastfeed well.

So fast will not interfere with breastfeeding. But keep eating healthy. My husband advised me to eat meat. And the more effective is the lamb.

Subhanallah, my breast milk is more smooth and abundant. However, goat meat can not be consumed often, so I also drank dates juice.

You know dates fruit? it was known
phonex dactylifer. Dates such as juice extracts obtained from palm fruit. Very nice and sweet, in the water like a coconut. You can make it nice and sweet depending on the dose of dates juice. At least 2 tablespoons.

Dates juice is your solution for breastfeeding mothers if you feel your breast milk lack of. Fixed hang on to breastfeed your kid until 2 years. Because it's very amazing. Please drink dates juice in the morning and evening. Insha Alloh your breastmilk very much. Dates palm so amazing!


Monday, June 22, 2009

Hikmah Tragedi Kurma

Alhamdulillahirobbil'alamin. Senengnya mendengar kabar bahwa sari kurma, habbatussauda, dan madu yang baru saya kirim lakuuuu. Walau ada terjadi accident, huehehe. Madu pecah 10. Namun dibalik musibah ada hikmah, rupanya sari kurma laku habis sisa 10 padahal mengirim 100 botol untuk sari kurma, madu, dan habbatasauda. Habbats habis, madu masih sisa sedikit saja:) belum nyampe sebulan. Yang paling penting dalam bisnis adalah saling menghargai tim dan menjunjung soliditas tim. Tak ada tekanan omset yang harus di capai berapa. Walaupun secara pribadi ada catatan-catan yang kita rekap tentang result dari proses bisnis. Dan juga yang paling penting adalah banyak aksi dan perbanyak Do'a. Banyak menolong dan banyak berderma.

Nah buat teman-teman yang mau bisnisan, ayo berani!! peluang bisnis ada dimana-mana. Saya ini sebenarnya ga mahir-mahir amat dalam bisnis. Karena Alloh kasihan sama saya. Itu saja. hehe. Dalam blog ini saya akan lebih banyak cerita-cerita proses saya dalam merintis bisnis. hihi. Semoga bisa membawa manfaat, Amiin. Inilah profesi yang sudah saya tekuni sejak kecil, saya ga punya pilihan untuk merintis karir di kantor-kantor apalagi jadi dosen dan peneliti. Padahal kepingin banget. Dulu waktu kerja jadi broadcaster/penyiar saya ingin selamanya di entertainment. Ternyata, lain lagi taqdirnya. Seolah-olah kepala ini sudah buntu untuk berpikir matematis. hihihi. Bahkan kalo ngelamar kerja mungkin ditolak mentah-mentah. Lamaran ditolak, fotokopi ijazah buat ngelamar kerja pasti sudah ditumpuk di gudang. :D. Sudahlah jangan kebanyakan mimpi. Akhirnya memutuskan buat perusahaan sendiri, dimana bebas menentukan apa-apa yang disukai, bebas menentukan partner, dan banyak khayalan. Ide-ide saya bisa dilaksanakan tanpa protes. hihihihi. Karena semua happy dan enjoy.

"Dimana bumi dipijak di situ ada bisnis, ada derma"


Saturday, June 20, 2009

Suatu Ketika...

Sudah hampir dua bulan saya, suami dan anak menempati rumah sendiri pemberian suami. Nah, di sinilah mulai menjadi Ibu rumah tangga total. Ya, karena semua harus dipikirkan termasuk membeli dan melengkapi perabot rumah. Syukurnya ada mbak yang membantu yang setiap pagi bersama anaknya datang bersihkan rumah. Namun urusan masak, saya idealis sebisa mungkin, sesempat mungkin saya yang masak. huhehe. Pokoke, urusan mandikan anak, kasi makan, masak, adalah saya.


Setelah beberapa lama tinggal dirumah ini, tamu laki-laki suami berdatangan, untuk sekedar bertamu dan tanya tanya internet sambil hot spot an dirumah. Di tambah adanya perekrutan karyawan untuk membantu kerjaan suami. Hampir tiap hari saya menyiapkan makanan dan minuman. Kadang saya memasak, kadang beli, kalo dah capek. (emang rodi) hehe. Kalau minuman memang saya sediakan minuman cepat saji, sekoteng/ nutrisari/ cappucino.hehe. Nah kalau cemilan dan masakan, kadang masak dari pagi sampai siang. Ditemani anak yang bergantian dengan suami momongnya.

Rasa-rasanya ramai terus ni rumah, bahkan malam minggu juga. Saya dan suami mesti menjadwalkan jalan bersama. Bahkan "menolak" tamu yang mau berkunjung malam minggu. Sebenarnya saya ingin banyak nyantai dengan suami dan anak. Menyepi sambil ngenet. Ya, insya Alloh akan lebih ditata lagi waktunya. Sering sekali tidurnya jam 12 keatas. Karena saya ingin bincang-bincang dulu dengan suami. Karena malam jam yang sangat efektif untuk komunikasi apa-apa saja.

Hingga suatu hari, saya keletihan dan tidur duluan. Namun ditengah malam jam satuan saya dikagetkan dengan suara ribut tetangga. Rupanya adik laki-laki penghuni di sebelah rumah datang setelah sebulan menghilang. Menurut cerita sih memang aga stress karena di pecat dari guru olahraga. Kasihan sekali, tengah malam abangnya yang sudah menyambut usia senja di bilangin tetangga, adiknya mau di gebukin orang. Syukurnya bisa di ajak pulang dan kemudian oleh abangnya dimandikan pakai rinso, masya Alloh, dan di sikat pakai pengepel. Malang benar. Karena bau dan kotor. Sambil diguyur sambil dimarahin dan teriak-teriak 2 bersaudara tersebut. Suami yang sudah masuk kamar, menunggu khawatir anak dan istri kaget, sudah tidak heran ketika saya terbangun kaget minta ampun. Yang saya pikirkan adalah ada kerusuhan (emang kalimantan) heheh. Maka pikiran saya cepat mengatakan "tutup pintu". Sebelum mengatakan demikian suami dah cerita bisik bisik tentang laki-laki malang adik tetangga sebelah rumah.

Ya Alloh, aneh-aneh saja, ya beginilah hidup berumah tangga dan memiliki tetangga, ada-ada saja.


Tuesday, June 16, 2009

Tragedi Kurma

Namanya juga pedagang, hari esok harus dipikirkan, detik, hari, bulan bahkan tahun sebisa mungkin di planning demi kemajuan bisnisnya, hehe. Begitu juga yang terjadi dengan usaha dagang saya. Cerita asal cerita demi menyongsong bulan suci Ramadhan agar badan fit dan stamina oke maka kepikiran lah menjual sari kurma, madu, dan habbatussauda. Saya kirimlah ke kalimantan barat tempat bernaungnya usaha dagang. Saya order sari kurma 60 botol, madu 40 botol, dan habbats 10 botol. Semuanya ada 3 koli.

Waktu membeli, suami inginnya beli madunya pakai plastik saja bukan yang pakai botol, nanti dirumah dibotolkan sendiri lebih besar untungnya. Trus botolnya di beli di pasar. Masya Alloh kebayang lah dalam pikiran akan repotnya kalo memasukkan madu ke dalam botol. Menari-narilah bayangan rumah yang berantakan penuh dengan ceceran madu dimana-mana, semut berdatangan, anak nangis, nda sempat beres-beres. huuiiiff. Repot. Akhirnya saya "memaksa" agar belinya pakai botolan. hehe. Suami pun mengalah:D

Tetapi malang tak bisa ditolak, ternyata botol madu pecah di jakarta, 10 botol, berarti kerugian yang ada. Pihak kargo menyalahkan kenapa tidak memberi tahu kalo itu sari kurma dan madu, lah wong mereka nda nanya detil, karena sang kurir yang mengantar ke bandara mengatakan kurma. Akhirnya lebih baik pasrah, menganggapnya sebagai ongkos pembelajaran. hihi. Sebenarnya memang tidak boleh mengirim cairan di pesawat. Alasannya yang dari kargo ga jelas kenapa tidak boleh ada cairan. Kargo bilang sebenarnya "boleh saja asal di pack pake kayu". Loh kok ga bilang dari awal ya. Seperti melempar tanggung jawab malah katanya "madu ga boleh karena ada ALKOHOL nya!!" What, seketika itu juga saya yang sedang jadi ibu cerewet marahin kargo lewat telpon, semakin cerewet. "Apa katamu, madu beralkohol bisa saya tuntut kamu, ceilee. haha. Ya mau gimana lagi, alasannya simpang siur.

Saya tutup pembicaraan dengan mengatakan, "kirimkan semua koli yang ada biar cuma serpihan kaca". huahaha. Akhirnya setelah beberapa hari tibalah sari kurma cs. Sudah bisa di tebak, bapak saya pasti akan menggelar ceramah dadakan. Betul sekali bapak heboh, "loh packingnya kok begini" hehe. Dan bapak menjelaskan bahwa bahaya cairan karena kan di taruh di bagasi, maka jika cairan nyecer trus merembes kena kabel, maka pesawat bisa dalam keadaan Gaswat.

Pembelajaran bisnisnya adalah kirim kurma dan madu jangan lewat pesawat, pilihlah kapal dengan 4 hari sudah sampai. Jangan lupa ngepack dengan kayu. Aman.


Copyright © 2014 Senang di Rumah